Kamis, 18 Juni 2020

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MEMBERI MAKAN MELALUI NGT

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MEMBERIKAN MAKAN MELALUI NGT (NASOGASTRIC TUBE)

A. PENGERTIAN :

Memberikan makan cair melalui selang lambung (enteral) adalah proses memberikan melalui saluran cerna dengan menggunakan selang NGT ke arah lambung.

B. TUJUAN :

  1. Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien  
  2. Mempertahankan fungsi usus
  3. Mempertahankan integritas mucosa saluran cerna
  4. Memberikan obat-obatan dan makanan langsung ke dalam saluran pencernaan
  5. Mempertahankan fungsi-fungsi imunologik mukosa saluran cerna


C. SASARAN :

  1. Klien yang tidak dapat makan/menelan atau klien tidak sadar
  2. Klien yang terus-menerus tidak mau makan sehingga membahayakan jiwanya,misalnya klien dengan gangguan jiwa.
  3. Klien yang muntah terus-menerus
  4. Klien yang tidak dapat mempertahankan nutrisi oral adekuat
  5. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Premature, dismature


D. INDIKASI :

  1. Perdarahan GI (Gastrointestinal)
  2. Trauma multiple, pada dada dan abdomen
  3. Pemberian Obat-obatan, cairan makanan
  4. Pencegahan aspirasi penderita dengan intubasi jangka panjang. Operasi abdomen
  5. Obstruksi saluran cerna


E. KONTRAINDIKASI :

  1. Fraktur tulang-tulang wajah dan dasar tengkorak
  2. Penderita operasi esofagus dan lambung (sebaiknya NGT dipasang saat operasi)
  3. Kemungkinan Komplikasi:
  4. Komplikasi mekanis, seperti sonde tersumbat atau dislokasi sonde
  5. Komplikasi pulmonal, seperti bradikardia
  6. Komplikasi yang disebabkan karena posisi sonde yang menyerupai jerat atau simpul
  7. Komplikasi yang disebabkan oleh zat nutrisi


F. PROSEDUR

Persiapan Alat :

  1. Hanscoon
  2. Spuit dengan ukuran 20-50 cc
  3. Bengkok
  4. Stetoskop
  5. Strip indikator pH (kertas lakmus) jika diperlukan  
  6. Formula makanan selang yang diresepkan
  7. Makanan cair sesuai dengan kebutuhan dalam tempatnya, dengan ketentuan suhu makanan harus hangat sesuai suhu tubuh.
  8. Air matang (Hangat)
  9. Bila ada obat yang harus diberikan, dihaluskan terlebih dahulu dan dicampurkan dalam makanan/ air, diberikan terakhir.


Persiapan Klien :

  1. Informasikan kepada anak dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan
  2. Jaga privacy klien

Persiapan Perawat :
  1. Sebelum dan sesudah melaksanakan tindakan cuci tangan
  2. Persiapkan peralatan yang akan digunakan.

Prosedur :
  1. Menerangkan prosedur pada klien
  2. Mencuci Tangan dan Memasang sarung tangan (Hanscoen)
  3. Klien tetap dalam posisi semi fowler tinggi atau dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30° atau lebih selama 30 menit setelah memberikan makan melalui selang
  4. Cek ketepatan selang di lambung, dengan cara:
  5. Buka klem NGT atau spuit NGT dan masukkan selang ke dalam gelas berisi air. Posisi tepay jika tidak ada gelembung udara
  6. Buka klem dan lakukan pengisapan/ aspirasi cairan lambung denganmenggunakan spuit NG. Cek cairan lambung dengan menggunakan strip indikator pH. Posisi tepat jika pH < 6.
  7. Buka klem dan cek dengan menggunakan stetoskop. Masukkan 30 cc udara dalam spuit NGT dan masukkan ke dalam lambung dengan gerakan cepat. Posisi tepat jika terdengar suara udara yang dimasukkan (seperti gelembung udara yang pecah)
  8. Setelah yakin  bahwa selang masuk ke lambung, Klem selang NGT selama pengisian makanan cair ke dalam spuit.
  9. Melalui corong masukkan air matang atau air teh sekurang-kurangnya 15 cc. Pada tahap permulaan, corong dimiringkan dan tuangkan makanan melalui pinggirnya. Setelah penuh, corong ditegakkan kembali.
  10. Klem dibuka perlahan-lahan
  11. Alirkan makanan cair dengan perlahan. Atur kecepatan dengan cara meninggikan spuit. Jika klien merasa tidak nyaman dengan lambungnya, klem selang NGT beberapa menit.
  12. Jika makanan cair akan habis, isi kembali (jangan biarkan udara masuk ke lambung)
  13. Bila klien harus minum obat, obat harus dilarutkan dan diberikan sebelum makanan habis.
  14. Setelah makanan habis, selang dibilas dengan air masak. Kemudian pangkal selang segera di klem.
  15. Rapikan Klien, peralatan dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula.
  16. Mendokumentasikan prosedur: Catat jumlah dan jenis makanan, pastikan letak selang, patensi selang, respon klien terhadap makanan dan adanya efek merugikan
  17. Cuci tangan

Senin, 15 Juni 2020

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGUKUR LINGKAR KEPALA (LIKA)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENGUKURAN LINGKAR KEPALA
Pengertian
Mengukur lingkar kepala pasien
Tujuan
Mengetahui lingkar kepala pasien
Alat dan Bahan
1.     Alat dan grafik lingkar kepala
2.     Sarung tangan
3.     Alat tulis
4.     Buku catatan
Prosedur Pelaksanaan
Tahap Pra Interaksi :
1.     Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien
2.     Siapkan peralatan yang dibutuhkan
Tahap Orientasi :
1.     Memberi salam, panggil klien dengan namanya
2.     Jelaskan prosedur pada klien dan keluarganya
Tahap Kerja :
1.     Mencuci tangan
2.     Memakai sarung tangan
3.     Berikan kesempatan klien dan keluarganya dan meminta persetujuan
4.     Jaga privasi klien
5.     Lingkarkan alat pengukur kepala klien melewati dahi, menutupi atau diatas kedua telinga dan bagian belakang kepala menonjol, tarik agak kencang
6.     Baca angka pada pertemuan angka 0
7.     Tanyakan tangga lahir klien, hitung umur klien
8.     Hasil pengukuran dicatat pada grafik lingkar kepala menurut umur dan jenis kelamin klien
9.     Buat garis yang menghubungkan antara ukuran dulu dengan yang sekarang
10.  Menginformasikan hasil pengukuran
11.  Mencatat hasil pengukuran
12.  Rapihkan alat dan klien dan lepaskan sarung tangan
13.  Mencuci tangan
Tahap Terminasi :
1.     Evaluasi perasaan klien
2.     Simpulkan hasil kegiatan
3.     Akhiri kegiatan
4.     Dokumentasi
5.     Mendokumentasikan prosedur dalam catatan klien : waktu pengukuran dan respon klien



STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGUKUR LINGKAR LENGAN (LiLA)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENGUKURAN LINGKAR LENGAN ATAS (LiLA)
Pengertian
Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) adalah suatu kegiatan untuk mengetahui lingkar lengan atas seseorang dengan menggunakan alat ukur pita LiLA
Tujuan
1.     Menegetahui Lingkar Lengan Atas (LiLA) pasien
2.  Mengetahui resiko KEK WUS, baik Ibu hamil maupun calon Ibu untuk menapis wanita yang mempunyai resiko melahirkan bayi BBLR
3.  Meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat agar lebih berperan dalam pencegahan dan penanggulangan KEK
Alat dan Bahan
1.     Pita LiLA
2.     Alat tulis
3.     Buku catatan
Prosedur
Persiapan :
1.     Pastikan pita LiLA tidak kusut, tidak terlipat-lipat atau tidak sobek
2.    Jika lengan pasien > 33cm, gunakan meteran kain
3.  Sebelum pengukuran, dengan sopan minta izin kepada pasien bahwa petugas akan menyingsingkan baju lengan kiri pasien sampai pangkal bahu. Bila pasien keberatan, minta izin pengukuran dilakukan di dalam ruangan yang tertutup.
4.  Pasien diminta berdiri dengan tegak tetapi rileks, tidak memegang apapun serta otot lengan tidak tegang
5.    Baju pada lengan kiri (lengan yang kurang dominan) disingsingkan ke atas sampai pangkal bahu terlihat atau lengan bagian atas tidak tertutup.

Pengukuran :
1.             Tentukan posisi pangkal bahu.
2.        Tentukan posisi ujung siku dengan cara siku dilipat dengan telapak tangan ke arah perut.
3.  Tentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan menggunakan pita LiLA atau meteran (Lihat Gambar), dan beri tanda dengan pulpen/spidol (sebelumnya dengan sopan minta izin kepada pasien). Bila menggunakan pita LiLA perhatikan titik nolnya.
4.             Lingkarkan pita LiLA sesuai tanda pulpen di sekeliling lengan pasien sesuai tanda (di pertengahan antara pangkal bahu dan siku).
5.               Masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LiLA.
6.                Pita ditarik dengan perlahan, jangan terlalu ketat atau longgar.
7.     Baca angka yang ditunjukkan oleh tanda panah pada pita LiLA (kearah angka yang lebih besar).







STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGUKUR TINGGI BADAN (TB)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENGUKURAN TINGGI BADAN (TB)
Pengertian
Mengukur tinggi badan menggunakan alat pengukur tinggi badan
Tujuan
1.     Mengetahui berat badan pasien
2.     Menghitung IMT (Indeks Masa Tubuh)
3.     Mengetahui status nutrisi
Alat dan Bahan
1.     Alat pengukur tinggi badan (Microtoise Staturmeter)
2.     Alat tulis
3.     Buku catatan
Prosedur Pelaksanaan
Persiapan Alat ( Cara Memasang Microtoise Staturmeter)

  1. Gantungkan bandul benang untuk membantu memasang microtoise di dinding agar tegak lurus.
  2. Letakan alat pengukur di lantai yang DATAR tidak jauh dari bandul tersebut dan menempel pada dinding. Dinding jangan ada lekukan atau tonjolan (rata).
  3. Tarik papan penggeser tegak lurus ke atas, sejajar dengan benang berbandul yang tergantung dan tarik sampai angka pada jendela baca menunjukkan angka 0 (NOL). Kemudian dipaku atau direkat dengan lakban pada bagian atas microtoise.
  4. Untuk menghindari terjadi perubahan posisi pita, beri lagi perekat pada posisisekitar 10 cm dari bagian atas microtoise.


Prosedur Pengukuran Tinggi Badan Menggunakan Microtoise Staturmeter
1.     Minta pasien melepaskan alas kaki (sandal/sepatu), topi (penutup kepala) dan asesori lain yang bisa mempengaruhi hasil pengukuran.
2.     Pastikan alat geser berada di posisi atas.
3.     Pasien diminta berdiri tegak, persis di bawah alat geser.
4.     Posisi kepala dan bahu bagian belakang (punggung), pantat, betis dan tumit menempel pada dinding tempat microtoise dipasang.
5.     Pandangan lurus ke depan, dan tangan dalam posisi tergantung bebas.
6.     Gerakan alat geser sampai menyentuh bagian atas kepala pasien. Pastikan alat geser berada tepat di tengah kepala pasien. Dalam keadaan ini bagian belakang alat geser harus tetap menempel pada dinding.
7.  Baca angka tinggi badan pada jendela baca ke arah angka yang lebih besar(ke bawah) Pembacaan dilakukan tepat di depan angka (skala) pada garis merah, sejajar dengan mata petugas.
8.  Apabila pengukur lebih rendah dari yang diukur, pengukur harus berdiri di atas bangku agar hasil pembacaannya benar.
9.     Pencatatan dilakukan dengan ketelitian sampai satu angka dibelakang koma (0,1 cm). Contoh 157,3 cm; 160,0 cm; 163,9 cm.







STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENIMBANG BERAT BADAN (BB)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENIMBANGAN BERAT BADAN (BB)
Pengertian
Menimbang berat badan dengan menggunakan timbangan badan
Tujuan
1.     Mengetahui berat badan pasien
2.     Menghitung IMT (Indeks Masa Tubuh)
3.     Mengetahui status nutrisi
Alat dan Bahan
1.     Timbangan berat badan
2.     Alat tulis
3.     Buku catatan
Prosedur Pelaksanaan
A.    Timbangan Berdiri
1.     Menjelaskan prosedur tindakan kepada pasien
2.     Memberitahu pasien untuk berdiri tegak dan tenang
3.     Memberikan handuk kertas di atas timbangan
4.     Memberitahu pasien untuk memakai baju yang tidak tebal dan melepas alas kaki
5.     Membantu pasien naik ke timbangan
6.     Mengatur ratio berat
7.     Memperhatikan jarum penunjuk berhenti, dari arah depan tegak lurus dengan angka
8.     Mengiformasikan hasil pengukuran pada pasien.  
9.     Membantu pasien turun dari timbangan
10.  Kembalikan timbangan di posisi semula
11.  Mencatat hasil timbangan di buku catatan
B.    Timbangan Duduk
1.     Menjelaskan prosedur tindakan kepada pasien
2.     Mengajak pasien ke dekat timbangan
3.     Mengunci timbangan untuk mencegah timbangan bergerak
4.     Menempatkan timbangan di samping tempat tidur/kursi roda pasien dengan lengan kursi timbangan terbuka
5.     Memindahkan pasien ke atas timbangan
6.     Menutup lengan kursi timbangan ke depan dan kunci
7.     Mengukur berat badan
8.     Membuka kunci lengan kursi timbangan dan pindahkan pasien ke tempat tidur atau kursi roda
9.     Mencatat hasil timbangan di buku catatan
C.    Timbangan Tidur
1.     Menjelaskan prosedur tindakan kepada pasien
2.     Membawa pasien ke dekat timbangan dan kunci roda timbangannya
3.     Mengarahkan pasien di sisi timbangan
4.     Melepaskan kerangka pengaman
5.     Merendahkan strecer terhadap matras
6.     Mengangkat/memindahkan pasien ke atas timbangan
7.     Mengukur berat badan pasien
8.     Mengembalikan pasien ke posisi semula
9.     Mencatat hasil timbangan di buku catatan